BERITA
KEBIJAKAN LIMA HARI BELAJAR DI SEKOLAH
04/May/2023
Penulis: Andre Widiartanto, S.T. (tenaga pengajar di SD Katolik Sang Timur Malang)Malang, 4 Mei 2023
Di Indonesia, dengan mengacu pada Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah, sebagian besar sekolah masih menerapkan sistem lima hari sekolah dalam seminggu. Kebijakan pemerintah ini menetapkan sistem full day school, yaitu hari belajar sebanyak lima hari, dan jam belajar siswa menjadi lebih lama durasinya bila dibandingkan dengan periode sebelumnya. Prosedur kegiatan belajar mengajar (KBM) dilaksanakan pada pagi hari hingga menjelang sore (Qatrunnada, dkk., 2021). Adapun, menurut beberapa referensi, terdapat beberapa keuntungan dari sekolah lima hari tiap minggu di Indonesia, di antaranya:
1. Menambah waktu istirahat bagi siswa
Sistem lima hari sekolah akan memberikan waktu lebih banyak bagi siswa untuk beristirahat pada hari Sabtu atau Minggu. Siswa dapat menggunakan waktu tersebut untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan seperti bermain, berlibur bersama keluarga, atau mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Hal ini dapat memberikan kesegaran bagi siswa sehingga mereka dapat kembali ke sekolah dengan lebih semangat dan fokus.
2. Memperbaiki kualitas belajar
Dengan waktu istirahat yang lebih banyak, siswa akan lebih segar saat belajar dan dapat lebih fokus dalam mengikuti pelajaran. Hal ini dapat meningkatkan kualitas belajar siswa. Selain itu, sistem lima hari sekolah juga dapat memberikan waktu lebih banyak bagi siswa untuk melakukan tugas-tugas sekolah atau mengerjakan PR. Hal ini dapat membantu siswa untuk lebih memahami pelajaran dan meningkatkan prestasi akademik mereka.
3. Meningkatkan produktivitas guru
Sistem lima hari sekolah dapat memberikan waktu lebih banyak bagi guru untuk melakukan persiapan, mengevaluasi hasil belajar siswa, dan mengembangkan metode pengajaran yang lebih baik. Guru juga dapat menggunakan waktu yang tersedia untuk berpartisipasi dalam pelatihan atau seminar yang dapat meningkatkan kualitas pengajaran mereka. Hal ini dapat meningkatkan produktivitas guru dan meningkatkan kualitas pengajaran di sekolah.
4. Mengurangi biaya operasional sekolah
Sistem lima hari sekolah dapat membantu mengurangi biaya operasional sekolah seperti biaya listrik, air, dan kebersihan. Hal ini karena sekolah hanya beroperasi lima hari dalam seminggu, sehingga penggunaan sumber daya yang dibutuhkan untuk kegiatan sekolah juga akan berkurang. Hal ini dapat membantu sekolah untuk lebih efisien dalam menggunakan anggaran yang tersedia.
5. Memfasilitasi kegiatan di luar sekolah
Dengan waktu istirahat yang lebih banyak, siswa dapat lebih mudah mengikuti kegiatan di luar sekolah. Hal ini dapat membantu siswa untuk lebih berkembang dan menemukan minat mereka di bidang tertentu. Selain itu, siswa juga dapat lebih mudah mengikuti kegiatan di luar sekolah seperti pertandingan olahraga atau kegiatan sosial di komunitas sekitar.
Selain memberikan keuntungan, ditetapkannya kebijakan ini juga dinilai memiliki kelemahan, di antaranya yakni: full day school dapat mematikan kegiatan sekolah sore / sekolah keagamaan / madrasah diniyah. Selain itu, kebijakan ini dianggap akan membuat para siswa kurang dapat bersosialisasi dengan masyarakat (Luthfi, 2020).
SD Katolik Sang Timur Malang berupaya untuk mengadaptasi peraturan ini menjadi kebijakan dengan risiko yang minimal. SD Katolik Sang Timur Malang menetapkan waktu belajar lima hari dalam seminggu, namun dengan jam belajar yang tidak terlampau panjang. Jam belajar intrakurikuler, ditetapkan mulai pukul 07.00 WIB sampai dengan 13.00 WIB pada masa transisi pasca pandemi COVID-19 ini. Sekolah terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap implementasi kebijakan ini. Semoga dengan adaptasi kebijakan ini, siswa dapat bertumbuh dan berkembang secara menyeluruh, jiwa dan raganya.
Sumber Rujukan
· Luthfi, R. (2020). Evaluasi Kebijakan Full Day School Terhadap Eksistensi Madrasah Diniyah. Cakrawala Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Dan Studi Sosial, 4(1), 155-164. https://doi.org/10.33507/cakrawala.v4i1.186
· Qatrunnada, N., An-Nabila, Z., Pratama , M. A. S., & Sambudi, S. (2021). Analisis Kebijakan Full Day School Terhadap Perkembangan Karakter Peserta Didik. Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 16(2), 56 - 65. https://doi.org/10.33654/jpl.v16i2.1506
- Kreativitas Tanpa Batas: Review Hasil Karya Siswa Kelas 2
- Literasi Menyenangkan: Membaca Buku sebagai Kegemaran
- "Fun English Learning through Songs"
- Bertumbuh dalam Iman Bersama Bunda Maria Melalui Doa Rosario
- Menghidupkan Pembelajaran Inovatif Melalui Panel Interaktif Digital
- Universitas Negeri Malang Gelar Pendampingan Pembelajaran Geometri Berbantuan GeoGebra di SDK Sang Timur Malang
- Meneladani Semangat Kartini: Peran Siswa-Siswi SDK Sang Timur di Era Digital
- Cahaya dari Kerahiman: Kisah Perjalanan Suster Sang Timur
- MAKNA WAFAT DAN KEBANGKITAN KRISTUS BAGI PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK MENURUT IMAN KRISTIANI
- REKOLEKSI PRA-PASKAH 2026 SD KATOLIK SANG TIMUR MALANG