SDK Sang Timur - Malang

SDK Sang Timur - Malang

be smart by learning, be great by doing
TERAKREDITASI A
PROFILE

Clara Fey

05/Sep/2020

CLARA FEY (1815–1894)
PENDIRI KONGREGASI
SUSTER-SUSTER SANG TIMUR

Revolusi industri yang terjadi pada abad 18 sangat dirasakan dampaknya bagi negara Jerman. Situasi negara Jerman waktu itu menyebabkan orang tua wajib bekerja di pabrik selama 16 jam per hari. Mereka harus bekerja keras demi menghidupi keluarganya. Hal ini memberikan dampak negatif bagi anak-anak. Pada akhirnya anak-anak tanpa asuhan dan didikan banyak yang menjadi anak jalanan, suka mabuk-mabukan, nakal, dan liar. Jika ada anak muda yang ditarik untuk ikut bekerja di pabrik, maka mereka akan bekerja selama 12 jam per harinya. Keadaan inilah yang mencemaskan Romo Andre dan rekan-rekannya (yaitu Romo Yosef Istas, Romo W. Sartorius, dan Romo Yohan Tireodor Laurent), juga para awam pemudi antara lain; Victor Monheim, Clara Fey, Fransiska Schervier, Anna von Lomnnessen, Paulin von Molinnckrodt, Helena, Louise Fey, Louise Vossen, dan Wilhelmina Istas.
Mereka mencoba mengumpulkan anak-anak itu, memandikan, memberikan pakaian dan anak-anak tersebut diberi pelajaran agama, membaca, menulis serta berhitung. Atas inisiatif Andreas Fey maka didirikan sekolah miskin pada tanggal 3 Februari 1837 di Venn. Para pemudi itu bekerja keras  agar dapat menampung dan melayani anak-anak miskin. Untuk menambah satu atau dua anak yang akan diasuh, para pemudi (Clara Fey dan kawan-kawan) bekerja keras merajut kaos kaki, pakaian bayi, perlengkapan bayi sampai jari-jemari mereka terluka. Mereka berani dan rela hidup sangat sederhana supaya masih dapat menampung seorang anak miskin.
Setelah para pemudi tersebut melayani di sekolah, mereka pun melakukan kunjungan rumah, menanamkan kebiasaan Kristiani, melatih kebiasaan doa, mempersiapkan penerimaan sakramen-sakramen, serta mengajarkan prakarya dan keterampilan.
Untuk menjamin kelangsungan karya cinta kasih di antara anak-anak miskin dan terlantar ini, maka Romo Laurent mendesak Romo Andreas Fey untuk mendirikan kongregasi. Dicarilah sebuah rumah untuk Clara Fey dan teman-temannya agar dapat hidup bersama, bertumbuh, dan berkembang hingga pada akhirnya menjadi sebuah persekutuan religius. Pada tanggal 2 Februari 1844 di Konigstrasse, Clara Fey, Wilhelmina Istas, dan Leocadia Startz memulai hidup religius.

 kembali